Assalamu'alaikum
wr.wb..
Hai,
aku Wika, umur 20 tahun, semester VI di jurusan Biologi Universitas Andalas.
Yoroshiku
Onegaishimasu!! ^_^
Tulisan
ini adalah hasil perenungan seorang mahasiswi yang biasanya wara-wiri di kampus
untuk kuliah, praktikum atau berorganisasi. Jika malam-malam biasanya hanya
dihabiskan untuk mengejar deadline tugas, malam ini aku berkesampatan untuk
sedikit berbagi cerita.
Ini
soal wanita. Sesosok manusia yang rumit dan yang pasti tidak pernah terlepas
dari satu kata ini: 'Cantik'.
Cantik
adalah satu kata yang bersifat subyektif. Cantik tidak dapat didefinisikan
secara mutlak. Cantik bagi seseorang belum tentu cantik bagi orang lain.
Sebagian besar orang (dari survey yang pernah saya lakukan) tidak setuju jika
cantik adalah satu-satunya pilihan kata yang digunakan untuk mengungkapkan
bahwa seorang wanita memiliki sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang.
1. Manis
Kata
‘manis’ sering digunakan untuk menyatakan bahwa wanita tersebut cantik secara
alami. Maksudnya, wanita yang termasuk ke dalam kategori ini biasanya tidak
menggunakan make up berlebihan, dandan sederhana, sikap yang tidak dibuat-buat,
tetapi memiliki paras yang membuat orang-orang tidak bosan memandangnya.
2.
Imut (Kawaii desu ne...!)
Kata
‘imut’ biasanya digunakan untuk menyebut seseorang yang punya baby face.
Umumnya suara nyaring, agak hyperaktif, banyak bicara, tapi tidak
menyebalkan tentunya. Secara penampilan biasanya si imut suka memakai aksesoris
serba heboh, pinky-an atau setidaknya suka memakai barang-barang
berwarna mencolok
3.
Anggun
Anggun
biasanya adalah panggilan untuk wanita yang suka memakai rok, longdress, tas bermerek atau aksesoris
lain yang terlihat berkelas. Selain itu, wanita model ini adalah yang paling ketat dalam menjaga tata krama. Kita tidak
akan pernah menemui wanita ini makan belepotan, bersifat kekanak-kanakan atau
tertawa terbahak-bahak tidak jelas. Wanita anggun akan berlaku sebagai seorang wanita
terhormat.
4.
Cantik
Cantik
adalah kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan bahwa seorang wanita
pandai merias diri. Ia mahir memadu-madankan pakaian, mahir memakai hijab,
mahir menggunakan make up dan yang
paling penting, rela berusaha keras untuk memperbaiki penampilan. Biasanya
seseorang yang merasa cantik tidak akan rela kehilangan secuil pun
kecantikannya, meskipun hanya gara-gara satu jerawat.
Kita
dapat menetapkan seseorang ke dalam salah satu kategori di atas. Salah satu
caranya adalah melihat sikap yang diambilnya saat menghadapi situasu tertentu.
Jom, kita lihat kisah ni!
*Kisah
mbak sales produk kecantikan
Kisah
1 (Si Manis)
Mbak
sales : Mbak, ini ada produk
baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash
anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti
bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A : Beneran nih mbak?
Mbak
sales : Ya ialah mbak... Masa
saya bohong?
A : Tapi selama ini saya
pakai produk mana pun, hasilnya gak terlalu kelihatan tuh. Hampir gak ada perubahan.
Saya jadi malas pakai yang gitu-gituan.
Mbak
sales : Aduh mbak... Masa gak
percaya sih? Coba perhatiin (menunjuk wajah sendiri, mencoba memberikan bukti)
A : Apanya yang harus
diperhatiin nih mbak? Jerawat apa komedonya?
Mbak
sales : -_-
Kisah
2 (Si Imut)
Mbak
sales : Mbak, ini ada produk
baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash
anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti
bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A : Wah... Wangi. Saya suka!
Mbak
sales : Makanya, beli aja mbak.
Lagi diskon nih!
A : Oh ya?? Tapi... Saya nggak
mau beli yang ini
Mbak
sales : Terus yang mana? Kan
masih banyak produk yang lain, ayo silahkan dipilih..
A : Ikat rambut motif
bunga, motif kupu-kupu, ada nggak? yang pink-pink cantik? atau boneka
lucu-lucu, comel-comel, ada?
Mbak
sales : Isshhh... Saya ini sales
produk kecantikan lah mbak, bukan pelayan toko aksesoris!!
Kisah
3 (Si Anggun)
Mbak
sales : Mbak, ini ada produk
baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash
anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti
bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A : Yang ini berapa mbak?
(menunjuk salah satu produk)
Mbak
sales : Murah kok mbak, 90
ribuan aja dikurang diskon
A :
Kalau yang ini? (menunjuk produk yang lain)
Mbak
sales : Kalau yang ini 100
ribuan mbak, udah dikurangi diskon juga
A : Ih? Kok murah banget?
Barangnya asli gak sih mbak?
Mbak
sales : Asli lah mbak... Kan
tadi saya kasih diskon. Kalau mbak mau bayar lebih mahal ya silahkan.
A : Nggak jadi beli aja
deh mbak. Nanti malah nggak cocok sama kulit saya
Mbak
sales : (pergi sambil
ngomel-ngomel)
Kisah
4 (Si Cantik)
Mbak
sales : Mbak, ini ada produk
baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash
anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti
bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A : Yang ini berapa mbak?
(menunjuk salah satu produk)
Mbak
sales : Murah kok mbak, 90
ribuan aja dikurang diskon
A :
Kalau yang ini? (menunjuk produk yang lain)
Mbak
sales : Kalau yang ini 100
ribuan mbak, udah dikurangi diskon juga
A : Kok mahal amat sih
mbak…? Kasih diskon lagi dong
Mbak
sales : Itu diskonnya udah gede
mbak. Nanti kalau saya tambah lagi saya bisa rugi.
A : Tapi ini masih
kemahalan mbak… Turunin lagi dong harganya, please…
Mbak
sales : Nggak bisa mbak, ini
udah paling murah
A : Ya udah, saya nggak
jadi beli aja deh! (pergi dengan sangat kecewa)
(Beberapa
menit kemudian)
A : Mbak… Please… Kurangi
harganya lagi dong…
Sebenarnya
masih banyak lagi kategori-kategori bagi para wanita, misalnya seperti elegan, glamour, cute, feminim dan lain-lain.
Tapi nggak usah dibahas lah, aku juga nggak ngerti.
Poin
penting yang bisa kita ambil adalah semua kategori-kategori di atas berasal
dari pandangan orang lain. Pandangan tentu saja adalah sesuatu yang bersifat
subyektif. Jadi, jika suatu saat ada yang mengatakan kamu manis, mungkin orang
lain akan mengatakan kamu anggun, cantik atau imut. Mungkin yang lebih parah
ada yang menganggap kalau kamu itu… Jelek.
So girls, sudikah kiranya
berpusing-pusing dengan segala anggapan orang?
Rasulullah
SAW pernah bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah
wanita shalihah.” (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin ‘Ash)
Sudah
sangat jelas kalau wanita itu adalah sebaik-baik perhiasan, bukan? Pastinya
perhiasan yang paling baik adalah perhiasan paling mahal yang akan memukau
semua orang tanpa perlu perdebatan atau perbedaan pendapat. Kita dapat
menganalogikannya dengan emas imitasi, emas murni, atau berlian. Siapa yang
menyanggah kalau berlian adalah perhiasan yang paling baik dan mahal di antara
ketiganya?
Tapi…
Ada syaratnya!
Syaratnya
adalah kamu harus menjadi wanita SHALIHAH. Wanita shalihah adalah wanita yang
mencintai Allah melebihi segalanya, sehingga karena cintanya itu ia rela
melakukan apapun yang diperintahkan oleh Allah. Salah satunya tentu mematuhi
perintah dalam menutup aurat.
Menutup
aurat itu nggak ribet, kok! Kita hanya harus mengikuti beberapa standar
berikut: menutup tubuh kecuali wajah dan telapak tangan; tidak membentuk apa
yang ditutup; tidak transparan. Nah, simple
kan?? Kalau sudah begitu, Inshaa Allah kamu akan menjadi orang yang dapat
menyenangkan dan disenangi orang lain.
Semoga
bermanfaat ^_^
