Kamis, 07 Mei 2015








Assalamu'alaikum wr.wb..

Hai, aku Wika, umur 20 tahun, semester VI di jurusan Biologi Universitas Andalas.
Yoroshiku Onegaishimasu!! ^_^

Tulisan ini adalah hasil perenungan seorang mahasiswi yang biasanya wara-wiri di kampus untuk kuliah, praktikum atau berorganisasi. Jika malam-malam biasanya hanya dihabiskan untuk mengejar deadline tugas, malam ini aku berkesampatan untuk sedikit berbagi cerita.

Ini soal wanita. Sesosok manusia yang rumit dan yang pasti tidak pernah terlepas dari satu kata ini: 'Cantik'.

Cantik adalah satu kata yang bersifat subyektif. Cantik tidak dapat didefinisikan secara mutlak. Cantik bagi seseorang belum tentu cantik bagi orang lain. Sebagian besar orang (dari survey yang pernah saya lakukan) tidak setuju jika cantik adalah satu-satunya pilihan kata yang digunakan untuk mengungkapkan bahwa seorang wanita memiliki sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang.

1.    Manis
Kata ‘manis’ sering digunakan untuk menyatakan bahwa wanita tersebut cantik secara alami. Maksudnya, wanita yang termasuk ke dalam kategori ini biasanya tidak menggunakan make up berlebihan, dandan sederhana, sikap yang tidak dibuat-buat, tetapi memiliki paras yang membuat orang-orang tidak bosan memandangnya.
2. Imut (Kawaii desu ne...!)
Kata ‘imut’ biasanya digunakan untuk menyebut seseorang yang punya baby face. Umumnya suara nyaring, agak hyperaktif, banyak bicara, tapi tidak menyebalkan tentunya. Secara penampilan biasanya si imut suka memakai aksesoris serba heboh, pinky-an atau setidaknya suka memakai barang-barang berwarna mencolok
3. Anggun
Anggun biasanya adalah panggilan untuk wanita yang suka memakai rok, longdress, tas bermerek atau aksesoris lain yang terlihat berkelas. Selain itu, wanita model ini adalah yang  paling ketat dalam menjaga tata krama. Kita tidak akan pernah menemui wanita ini makan belepotan, bersifat kekanak-kanakan atau tertawa terbahak-bahak tidak jelas. Wanita anggun akan berlaku sebagai seorang wanita terhormat.
4. Cantik
Cantik adalah kata yang biasa digunakan untuk menggambarkan bahwa seorang wanita pandai merias diri. Ia mahir memadu-madankan pakaian, mahir memakai hijab, mahir menggunakan make up dan yang paling penting, rela berusaha keras untuk memperbaiki penampilan. Biasanya seseorang yang merasa cantik tidak akan rela kehilangan secuil pun kecantikannya, meskipun hanya gara-gara satu jerawat.
Kita dapat menetapkan seseorang ke dalam salah satu kategori di atas. Salah satu caranya adalah melihat sikap yang diambilnya saat menghadapi situasu tertentu. Jom, kita lihat kisah ni!
*Kisah mbak sales produk kecantikan
Kisah 1 (Si Manis)
Mbak sales           : Mbak, ini ada produk baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A                         : Beneran nih mbak?
Mbak sales           : Ya ialah mbak... Masa saya bohong?
A                         : Tapi selama ini saya pakai produk mana pun, hasilnya gak terlalu kelihatan tuh. Hampir gak ada perubahan. Saya jadi malas pakai yang gitu-gituan.
Mbak sales           : Aduh mbak... Masa gak percaya sih? Coba perhatiin (menunjuk wajah sendiri, mencoba memberikan bukti)
A                         : Apanya yang harus diperhatiin nih mbak? Jerawat apa komedonya?
Mbak sales           : -_-

Kisah 2 (Si Imut)
Mbak sales           : Mbak, ini ada produk baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A                         : Wah... Wangi. Saya suka!
Mbak sales           : Makanya, beli aja mbak. Lagi diskon nih!
A                         : Oh ya?? Tapi... Saya nggak mau beli yang ini
Mbak sales           : Terus yang mana? Kan masih banyak produk yang lain, ayo silahkan dipilih..
A                         : Ikat rambut motif bunga, motif kupu-kupu, ada nggak? yang pink-pink cantik? atau boneka lucu-lucu, comel-comel, ada?
Mbak sales           : Isshhh... Saya ini sales produk kecantikan lah mbak, bukan pelayan toko aksesoris!!

Kisah 3 (Si Anggun)
Mbak sales           : Mbak, ini ada produk baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A                         : Yang ini berapa mbak? (menunjuk salah satu produk)
Mbak sales           : Murah kok mbak, 90 ribuan aja dikurang diskon
A                         : Kalau yang ini? (menunjuk produk yang lain)     
Mbak sales           : Kalau yang ini 100 ribuan mbak, udah dikurangi diskon juga
A                         : Ih? Kok murah banget? Barangnya asli gak sih mbak?
Mbak sales           : Asli lah mbak... Kan tadi saya kasih diskon. Kalau mbak mau bayar lebih mahal ya silahkan.
A                         : Nggak jadi beli aja deh mbak. Nanti malah nggak cocok sama kulit saya
Mbak sales           : (pergi sambil ngomel-ngomel)

Kisah 4 (Si Cantik)
Mbak sales           : Mbak, ini ada produk baru. Bagus lho! Ada foundation anti UV, lightening, facial wash anti acne, (bla..bla..bla). Udah banyak juga yang pakai. Hasilnya terbukti bagus, ampuh deh pokoknya. Mau pilih yang mana?
A                         : Yang ini berapa mbak? (menunjuk salah satu produk)
Mbak sales           : Murah kok mbak, 90 ribuan aja dikurang diskon
A                         : Kalau yang ini? (menunjuk produk yang lain)     
Mbak sales           : Kalau yang ini 100 ribuan mbak, udah dikurangi diskon juga
A                         : Kok mahal amat sih mbak…? Kasih diskon lagi dong
Mbak sales           : Itu diskonnya udah gede mbak. Nanti kalau saya tambah lagi saya bisa rugi.
A                         : Tapi ini masih kemahalan mbak… Turunin lagi dong harganya, please…
Mbak sales           : Nggak bisa mbak, ini udah paling murah
A                         : Ya udah, saya nggak jadi beli aja deh! (pergi dengan sangat kecewa)
(Beberapa menit kemudian)
A                         : Mbak… Please… Kurangi harganya lagi dong…

Sebenarnya masih banyak lagi kategori-kategori bagi para wanita, misalnya seperti elegan, glamour, cute, feminim dan lain-lain. Tapi nggak usah dibahas lah, aku juga nggak ngerti.

Poin penting yang bisa kita ambil adalah semua kategori-kategori di atas berasal dari pandangan orang lain. Pandangan tentu saja adalah sesuatu yang bersifat subyektif. Jadi, jika suatu saat ada yang mengatakan kamu manis, mungkin orang lain akan mengatakan kamu anggun, cantik atau imut. Mungkin yang lebih parah ada yang menganggap kalau kamu itu… Jelek.

So girls, sudikah kiranya berpusing-pusing dengan segala anggapan orang?
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin ‘Ash)
Sudah sangat jelas kalau wanita itu adalah sebaik-baik perhiasan, bukan? Pastinya perhiasan yang paling baik adalah perhiasan paling mahal yang akan memukau semua orang tanpa perlu perdebatan atau perbedaan pendapat. Kita dapat menganalogikannya dengan emas imitasi, emas murni, atau berlian. Siapa yang menyanggah kalau berlian adalah perhiasan yang paling baik dan mahal di antara ketiganya?

Tapi… Ada syaratnya!
Syaratnya adalah kamu harus menjadi wanita SHALIHAH. Wanita shalihah adalah wanita yang mencintai Allah melebihi segalanya, sehingga karena cintanya itu ia rela melakukan apapun yang diperintahkan oleh Allah. Salah satunya tentu mematuhi perintah dalam menutup aurat.

Menutup aurat itu nggak ribet, kok! Kita hanya harus mengikuti beberapa standar berikut: menutup tubuh kecuali wajah dan telapak tangan; tidak membentuk apa yang ditutup; tidak transparan. Nah, simple kan?? Kalau sudah begitu, Inshaa Allah kamu akan menjadi orang yang dapat menyenangkan dan disenangi orang lain.

Semoga bermanfaat ^_^