Hai sahabat seiman... ^_^
Udah lama gak nulis nih, jadi
banyak banget dah yang mau diceritain. Tapi untuk sesi kali ini, saya mau
cerita satu topik aja. Cerita-cerita lainnya bakal nyusul secepatnya, dan
semoga kamu semua masih dengan senang hati mau baca tulisan yang sederhana ini J
O ya, sebelum saya cerita, saya
mau kasih tau sedikit tentang diri saya. Ya... Sebenarnya gak penting juga sih,
toh saya bukan tokoh inspiratif (Insya Allah di masa depan). Tapi, inilah yang
menjadi latar belakang kuat bagi saya untuk berani menulis tentang topik ini.
Saya tipikal orang yang
plegmatis, punya hobi menulis tapi tidak tergolong kreatif (kamu bisa lihat
dari blog saya yang desainnya standar-standar aja), bermimpi punya banyak
prestasi tapi belum terlalu terwujudkan kecuali satu prestasi yang paling
berarti, yaitu berhasil menjadi ‘jomblo-ers’ hampir 22 tahun.
Pertanyaan yang paling sering
dilontarkan kepada saya adalah tentang yang satu itu. Tentang ke-‘jomblo’-an saya
seumur saya hidup. Kebanyakan dari mereka tidak percaya kalau saya memang tidak
pernah pacaran. Mungkin begitu juga kamu. Tapi setelah menyimak beberapa hal
berikut, bisa jadi kamu akan berpikir bahwa itu semua adalah hal yang masuk
akal.
FAKTA SEPUTAR PACARAN
Berikut beberapa fakta tentang
pacaran yang saya rangkum berdasarkan analisa pribadi dan survey yang saya
lakukan selama ini. Mungkin kamu tidak akan menyetujuinya secara keseluruhan,
tapi beberapa diantaranya saya pikir adalah fakta yang tak terbantahkan.
1. Pacaran
ngabisin waktu
Pacar ‘identik’
sebagai seseorang yang selalu kasih perhatian sama pasangannya. Kalau kamu
punya pacar, otomatis kamu harus lebih perhatian ke dia daripada ke yang lain.
Karena penyebab ter-umum dari retaknya hubungan mereka yang pacaran adalah
kurangnya perhatian. Jadi, ya kamu harus ngabisin waktu ekstra untuk merhatiin
dia (setidaknya mikirin), apa dia udah makan, udah tidur, atau udah bangun.
Nah, ibu kamu yang udah ngandung 9 bulan, bergelimang dalam kesakitan dan
penderitaan, ditanyain gituan kagak?? -_-
2. Pacaran
ngabisin duit
Berdasarkan
pengamatan saya, mereka yang pacaran butuh pulsa lebih banyak, butuh duit buat
traktir pasangan, minimal buat beli coklat yang pastinya harus mahalan dikit
(kan buat orang tersayang). Mmm... Kira-kira itu duit jajan dari orangtua nggak
ya?? Tau nggak kalau di rumah ibu sama bapaknya kerja keras banting tulang?
3. Pacaran
menguras emosi
Kenapa nggak
coba?? Pacarnya akrab sama orang lain, dia cemburu. Dia akrab sama orang lain,
pacarnya yang cemburu. Dekat sama ini salah, sama itu salah. Dikit-dikit
berantem, gara-gara sibuk lah, kurang perhatian lah, pergi nggak bilang-bilang
lah. Kan capek... L
4. Pacaran
termasuk dalam kategori ‘Mendekati Zina’
Sebagian orang
berdalih bahwa pacaran yang tanpa ‘pegang-pegangan’ adalah pacaran yang aman.
Apalagi yang katanya pacaran shalih, saling mengingatkan untuk shalat malam,
puasa sunnah, dll yang katanya adalah untuk penyemangat dalam berbuat kebaikan.
Kagak ada tuh yang begituan...!
Ingat surah Al
A’raaf: 16-17
Iblis berkata: “Karena Engkau telah
menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari
jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari
kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka
bersyukur (taat).
Nah, zaman
sekarang kan berdua-duaan nggak harus di dunia nyata, di dunia maya peluang
berdua-duaan malah lebih besar. Kalau berdua-duaan, yang ketiganya siapa coba??
Oke sekarang manggil sayang-sayangan doang, komunikasi cuma buat ngingatin
ibadah, habis itu bisa jadi saling membayangkan, habis itu??? Iblis udah
siap-siap tuh!!!
Ingat juga surah
ini:
“Dan janganlah
kalian MENDEKATI zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji
dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)
Jadi paham ya..
JANGAN MENDEKAT!! TEGANGAN TINGGI!!
5. Pacaran
menjauhkan kita dari Ilmu
Orang bijak
bilang, Ilmu adalah cahaya. Cahaya tidak diturunkan kepada mereka yang
bermaksiat karena maksiat memadamkan cahaya. Ilmu juga diturunkan dari Allah,
sementara maksiat menghalangi kita dari Allah. SO, ilmu tidak akan turun pada
mereka yang bermaksiat dan pacaran adalah SALAH SATU bentuk maksiat.
Terus kenapa ada
juga orang yang prestasinya meningkat sejak punya pacar ?
Nah, itulah cobaan
untuk kita dalam berusaha membedakan mana yang haq, mana yang batil. Nggak
mungkin kan, Allah ngasih reward ke kamu karena berbuat maksiat? -_-
Setelah ngomong panjang lebar soal Fakta Seputar Pacaran, tibalah saatnya saya mau kasih tau kamu soal Tips dan Trik biar betah buat nggak pacaran alias ‘Nge-Jomblo’. Berikut ini adalah hal-hal yang saya lakukan secara pribadi, terserah kamu mau setuju atau nggak J
1. Jangan
terlalu gampang suka/kagum sama orang lain
Dia yang menurut
kamu luar biasa itu bukanlah orang yang sempurna, melainkan orang yang ditutupi
aibnya oleh Allah SWT. Jadi, jangan terlalu cepat tergila-gila ya! Biasa aja.
2. Jangan
gampang bilang ‘IYA’
Nah, ini terkhusus
buat kaum hawa ya. Jangan gampang bilang ‘IYA’ karena kasihan sama si dia,
malah lebih kasihan dianya kalau kamu terima. Dia jadi terjerumus ke lembah
maksiat. Jangan gampang bilang ‘IYA’ hanya karena kamu percaya cinta pertama si
dia adalah kamu. Boleh jadi itu benar, tapi hey... Kamu belum tentu yang
terakhir. Bisa jadi dia bilang hal yang sama ke cewek lain setelah bosan sama
kamu -_-
3. Jangan
merasa paling ‘ngenes’
Nggak punya
pasangan bukan berarti kamu menjadi orang yang tak berdaya!! Kamu bisa jadikan
Allah dan orangtua sebagai motivasi terbesar dalam hidup kamu (emang seharusnya
begitu). Kamu juga bisa membagi suka dan duka ke sahabat-sahabat kamu, sampai
kapanpun, karena persahabatan karena Allah akan langgeng bahkan hingga ke
surga.
4. Sibukkan
diri dengan hal-hal positif
Insya Allah dah,
kalau kamu sibuk nggak bakalan kepikiran lagi soal cinta-cintaan. Pikiran kamu
akan dipenuhi oleh visi dan misi hidup yang harus dijalankan, ratusan impian
yang harus diwujudkan, juga ribuan langkah yang harus kamu tempuh untuk menjadi
pribadi bermartabat baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. Mantap
nian...!!
5. Penuhi
hati dengan cinta yang suci
Kalau hati kamu
udah penuh, maka tidak akan ada lagi ruang-ruang kosong yang akan disusupi
setan. Yang ada di sana hanya cinta kepada Allah, cinta kepada orangtua karena
Allah, cinta kepada sahabat karena Allah, cinta kepada ilmu karena Allah, dan
cinta-cinta lain yang semuanya karena Allah J
Wuuuiiihh.... Kepanjangan ya??
Maaf deh...
Ada sedikit catatan penting nih,
terkhusus buat sahabat sekalian yang udah paham soal haramnya pacaran dan lagi
berjuang dalam kesendirian. Pastilah ada keinginan untuk secepatnya
‘membersamai’ seseorang. Tapi kamu harus ingat, banyak yang harus dipersiapkan.
Kesiapan mental, pemahaman, bahkan kemapanan (terkhusus cowok) harus
dipersiapkan sebaik-baiknya, karena generasi Rabbani tidak akan terbentuk dari
Ibu dan Ayah yang ‘ecek-ecek’
Sing sabar ya nduk... Jodoh mah
nggak kemana. Kalau nggak kamu yang nemuin dia, dia yang akan nemuin kamu
Sekian dan Terimakasih ^_^
(Bagi kamu yang udah baca tulisan ini, mohon ditinggalkan jejaknya
ya... Karena like ataupun comment dari kamu adalah penyemangat bagi saya untuk
dapat menulis dengan lebih baik. Semangat menebar kebaikan J)


Terimakasih kembali :)
BalasHapusDitunggu tulisan selanjutnya Kak . . .