Sabtu, 14 Mei 2016

Tips dan Trik Betah Nge-Jomblo



Assalamu’alaikum wr.wb

Hai sahabat seiman... ^_^

Udah lama gak nulis nih, jadi banyak banget dah yang mau diceritain. Tapi untuk sesi kali ini, saya mau cerita satu topik aja. Cerita-cerita lainnya bakal nyusul secepatnya, dan semoga kamu semua masih dengan senang hati mau baca tulisan yang sederhana ini J

O ya, sebelum saya cerita, saya mau kasih tau sedikit tentang diri saya. Ya... Sebenarnya gak penting juga sih, toh saya bukan tokoh inspiratif (Insya Allah di masa depan). Tapi, inilah yang menjadi latar belakang kuat bagi saya untuk berani menulis tentang topik ini.

Saya tipikal orang yang plegmatis, punya hobi menulis tapi tidak tergolong kreatif (kamu bisa lihat dari blog saya yang desainnya standar-standar aja), bermimpi punya banyak prestasi tapi belum terlalu terwujudkan kecuali satu prestasi yang paling berarti, yaitu berhasil menjadi ‘jomblo-ers’ hampir 22 tahun.

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan kepada saya adalah tentang yang satu itu. Tentang ke-‘jomblo’-an saya seumur saya hidup. Kebanyakan dari mereka tidak percaya kalau saya memang tidak pernah pacaran. Mungkin begitu juga kamu. Tapi setelah menyimak beberapa hal berikut, bisa jadi kamu akan berpikir bahwa itu semua adalah hal yang masuk akal.

FAKTA SEPUTAR PACARAN
Berikut beberapa fakta tentang pacaran yang saya rangkum berdasarkan analisa pribadi dan survey yang saya lakukan selama ini. Mungkin kamu tidak akan menyetujuinya secara keseluruhan, tapi beberapa diantaranya saya pikir adalah fakta yang tak terbantahkan.

1.       Pacaran ngabisin waktu
Pacar ‘identik’ sebagai seseorang yang selalu kasih perhatian sama pasangannya. Kalau kamu punya pacar, otomatis kamu harus lebih perhatian ke dia daripada ke yang lain. Karena penyebab ter-umum dari retaknya hubungan mereka yang pacaran adalah kurangnya perhatian. Jadi, ya kamu harus ngabisin waktu ekstra untuk merhatiin dia (setidaknya mikirin), apa dia udah makan, udah tidur, atau udah bangun. Nah, ibu kamu yang udah ngandung 9 bulan, bergelimang dalam kesakitan dan penderitaan, ditanyain gituan kagak?? -_-

2.        Pacaran ngabisin duit
Berdasarkan pengamatan saya, mereka yang pacaran butuh pulsa lebih banyak, butuh duit buat traktir pasangan, minimal buat beli coklat yang pastinya harus mahalan dikit (kan buat orang tersayang). Mmm... Kira-kira itu duit jajan dari orangtua nggak ya?? Tau nggak kalau di rumah ibu sama bapaknya kerja keras banting tulang?

3.       Pacaran menguras emosi
Kenapa nggak coba?? Pacarnya akrab sama orang lain, dia cemburu. Dia akrab sama orang lain, pacarnya yang cemburu. Dekat sama ini salah, sama itu salah. Dikit-dikit berantem, gara-gara sibuk lah, kurang perhatian lah, pergi nggak bilang-bilang lah. Kan capek... L

4.       Pacaran termasuk dalam kategori ‘Mendekati Zina’
Sebagian orang berdalih bahwa pacaran yang tanpa ‘pegang-pegangan’ adalah pacaran yang aman. Apalagi yang katanya pacaran shalih, saling mengingatkan untuk shalat malam, puasa sunnah, dll yang katanya adalah untuk penyemangat dalam berbuat kebaikan. Kagak ada tuh yang begituan...!
Ingat surah Al A’raaf: 16-17
Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Nah, zaman sekarang kan berdua-duaan nggak harus di dunia nyata, di dunia maya peluang berdua-duaan malah lebih besar. Kalau berdua-duaan, yang ketiganya siapa coba?? Oke sekarang manggil sayang-sayangan doang, komunikasi cuma buat ngingatin ibadah, habis itu bisa jadi saling membayangkan, habis itu??? Iblis udah siap-siap tuh!!!

Ingat juga surah ini:
“Dan janganlah kalian MENDEKATI zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Jadi paham ya.. JANGAN MENDEKAT!! TEGANGAN TINGGI!!

5.       Pacaran menjauhkan kita dari Ilmu
Orang bijak bilang, Ilmu adalah cahaya. Cahaya tidak diturunkan kepada mereka yang bermaksiat karena maksiat memadamkan cahaya. Ilmu juga diturunkan dari Allah, sementara maksiat menghalangi kita dari Allah. SO, ilmu tidak akan turun pada mereka yang bermaksiat dan pacaran adalah SALAH SATU bentuk maksiat.
Terus kenapa ada juga orang yang prestasinya meningkat sejak punya pacar ?
Nah, itulah cobaan untuk kita dalam berusaha membedakan mana yang haq, mana yang batil. Nggak mungkin kan, Allah ngasih reward ke kamu karena berbuat maksiat? -_-


Setelah ngomong panjang lebar soal Fakta Seputar Pacaran, tibalah saatnya saya mau kasih tau kamu soal Tips dan Trik biar betah buat nggak pacaran alias ‘Nge-Jomblo’. Berikut ini adalah hal-hal yang saya lakukan secara pribadi, terserah kamu mau setuju atau nggak J

1.       Jangan terlalu gampang suka/kagum sama orang lain
Dia yang menurut kamu luar biasa itu bukanlah orang yang sempurna, melainkan orang yang ditutupi aibnya oleh Allah SWT. Jadi, jangan terlalu cepat tergila-gila ya! Biasa aja.
2.       Jangan gampang bilang ‘IYA’
Nah, ini terkhusus buat kaum hawa ya. Jangan gampang bilang ‘IYA’ karena kasihan sama si dia, malah lebih kasihan dianya kalau kamu terima. Dia jadi terjerumus ke lembah maksiat. Jangan gampang bilang ‘IYA’ hanya karena kamu percaya cinta pertama si dia adalah kamu. Boleh jadi itu benar, tapi hey... Kamu belum tentu yang terakhir. Bisa jadi dia bilang hal yang sama ke cewek lain setelah bosan sama kamu -_-
3.       Jangan merasa paling ‘ngenes’
Nggak punya pasangan bukan berarti kamu menjadi orang yang tak berdaya!! Kamu bisa jadikan Allah dan orangtua sebagai motivasi terbesar dalam hidup kamu (emang seharusnya begitu). Kamu juga bisa membagi suka dan duka ke sahabat-sahabat kamu, sampai kapanpun, karena persahabatan karena Allah akan langgeng bahkan hingga ke surga.
4.       Sibukkan diri dengan hal-hal positif
Insya Allah dah, kalau kamu sibuk nggak bakalan kepikiran lagi soal cinta-cintaan. Pikiran kamu akan dipenuhi oleh visi dan misi hidup yang harus dijalankan, ratusan impian yang harus diwujudkan, juga ribuan langkah yang harus kamu tempuh untuk menjadi pribadi bermartabat baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah. Mantap nian...!!
5.       Penuhi hati dengan cinta yang suci
Kalau hati kamu udah penuh, maka tidak akan ada lagi ruang-ruang kosong yang akan disusupi setan. Yang ada di sana hanya cinta kepada Allah, cinta kepada orangtua karena Allah, cinta kepada sahabat karena Allah, cinta kepada ilmu karena Allah, dan cinta-cinta lain yang semuanya karena Allah J

Wuuuiiihh.... Kepanjangan ya?? Maaf deh...

Ada sedikit catatan penting nih, terkhusus buat sahabat sekalian yang udah paham soal haramnya pacaran dan lagi berjuang dalam kesendirian. Pastilah ada keinginan untuk secepatnya ‘membersamai’ seseorang. Tapi kamu harus ingat, banyak yang harus dipersiapkan. Kesiapan mental, pemahaman, bahkan kemapanan (terkhusus cowok) harus dipersiapkan sebaik-baiknya, karena generasi Rabbani tidak akan terbentuk dari Ibu dan Ayah yang ‘ecek-ecek’

Sing sabar ya nduk... Jodoh mah nggak kemana. Kalau nggak kamu yang nemuin dia, dia yang akan nemuin kamu

Sekian dan Terimakasih ^_^

(Bagi kamu yang udah baca tulisan ini, mohon ditinggalkan jejaknya ya... Karena like ataupun comment dari kamu adalah penyemangat bagi saya untuk dapat menulis dengan lebih baik. Semangat menebar kebaikan J)


1 komentar: